Tampilkan postingan dengan label Penilaian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penilaian. Tampilkan semua postingan

PERTANYAAN UNTUK PENILAIAN

Setelah anda mengikuti posting tentang penilaian pada posting sebelumnya, coba anda jawab pertanyaan berikut.

Penilaian Portofolio

Berilah contoh portofolio yang terkait dengan kompetensi dasar tertentu dan uraikan langkah-langkah penilaian portofolio tersebut.

Penilaian Produk

Berilah contoh produk yang terkait dengan kompetensi dasar tertentu dan uraikan langkah-langkah penilaian produk tersebut.

Penilaian Unjuk-kerja

Berilah contoh unjuk-kerja yang terkait dengan kompetensi dasar tertentu dan uraikan langkah-langkah penilaian unjuk-kerja tersebut.

PENILAIAN UNJUK-KERJA

Oleh : Susento dan M. Andy Rudhito
Pendidikan Matematika
FKIP Universitas Sanata Dharma Yogyakarta


Apa yang dimaksud dengan unjuk-kerja?
Unjuk-kerja (performace) adalah aktivitas siswa yang dapat diamati, yang dilakukan siswa dalam rangka menyelesaikan suatu jenis tugas/pekerjaan.

Bagaimana cara melaksanakan penilaian unjuk-kerja?
Penilaian unjuk-kerja dilaksanakan dengan langkah-langkah sbb.:
1. Identifikasi semua langkah penting atau aspek yang diperlukan, yang akan mempengaruhi hasil akhir unjuk-kerja.
2. Tuliskan kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas. Usahakan kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak agar mudah diamati.
3. Urutkan kemampuan yang akan dinilai berdasarkan urutan yang akan diamati.
4. Buatlah perangkat penilaian, dapat berupa daftar cek (ya – tidak) atau skala rentang (sangat kompeten – kompeten – agak kompeten – tidak kompeten). Dilengkapi dengan kriterianya.
5. Lakukan penilaian unjuk-kerja dengan menggunakan perangkat penilaian.

PENILAIAN PRODUK

Oleh : Susento dan M. Andy Rudhito
Pendidikan Matematika
FKIP Universitas Sanata Dharma Yogyakarta


Apa yang dimaksud dengan produk?
Produk adalah karya siswa berupa benda 3-dimensi yang dirancang dan dibuat sendiri oleh siswa dengan bantuan saran-saran dari guru. Dalam bidang matematika misalnya alat peraga matematika, model benda geometris, alat pengukur berdasarkan prinsip trigonometri, permainan matematika, dll.

Bagaimana cara melaksanakan penilaian produk?
Penilaian produk dilaksanakan dengan langkah-langkah sbb.:
1. Pada tahap persiapan, siswa membuat rencana, mengumpulkan gagasan, dan kemudian membuat desain (rancangan) produk apa yang akan dibuat. Guru memberi saran-saran untuk melengkapi gagasan atau meyempurnakan desain. Pada akhir tahap ini guru melakukan penilaian tentang kemampuan siswa merencanakan, menggali, dan mengembangkan gagasan, serta mendesain produk.
2. Pada tahap pembuatan produk, siswa memilih dan menggunakan bahan, alat, dan teknik yang sesuai dengan desain yang telah disusun. Dalam proses pembuatan dimungkinkan siswa membutuhkan bantuan berupa saran-saran dari guru. Pada akhir tahap ini guru melakukan penilaian tentang kemampuan siswa menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik.
3. Pada tahap penyerahan, siswa menyajikan produk atau memamerkannya kepada komunitas sekolah disertai uraian tertulis mengenai seluk-beluk produk tersebut, seperti maksud, ciri-ciri, proses perancangan dan pembuatan, dll. Pada akhir tahap ini guru melakukan penilaian tentang kemampuan siswa membuat produk sesuai kegunaan dan memenuhi kriteria yang telah disepakati.

PENILAIAN PORTOFOLIO

Oleh : Susento dan M. Andy Rudhito
Pendidikan Matematika
FKIP Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Apa yang dimaksud portofolio?
Portofolio adalah kumpulan hasil karya 2-dimensi siswa dalam satu periode, atau catatan mengenai siswa yang didokumentasikan secara baik dan teratur. Portofolio dapat berbentuk tugas-tugas yang dikerjakan siswa, jawaban siswa atas pertanyaan guru, catatan hasil observasi guru, catatan hasil wawancara guru dengan siswa, laporan kegiatan siswa dan karangan atau jurnal yang dibuat siswa. Kumpulan karya menggambarkan taraf kompetensi yang telah dicapai siswa. Hal penting yang menjadi ciri portofolio adalah karya siswa dapat diperbaiki jika siswa yang bersangkutan menghendakinya; jadi portofolio memperlihatkan perkembangan kemajuan belajar siswa.

Bagaimana cara melaksanakan penilaian portofolio?
Penilaian portofolio dilaksanakan dengan langkah-langkah sbb.:
1. Pastikan bahwa tiap siswa merasa memiliki portofolio. Siswa diberi penjelasan tentang maksud dan penggunaan portofolio, yaitu berupa kumpulan hasil karya sementara siswa yang bukan hanya digunakan oleh guru untuk penilaian tetapi juga oleh siswa sendiri. Dengan melihat portofolionya siswa dapat mengetahui kemampuan, ketrampilan, dan minatnya.
2. Tentukan bersama siswa sampel-sampel karya apa saja yang akan dikumpulkan.
3. Kumpulkan dan simpanlah karya-karya tiap siswa dalam satu map atau folder.
4. Tentukan kriteria penilaian dan pembobotannya. Rundingkan dengan siswa agar dicapai kesepakatan. Sebaiknya dirundingkan sebelum siswa membuat karya, agar siswa mengetahui harapan atau standar guru dan berusaha mencapainya.
5. Bahaslah dengan siswa portofolionya. Mintalah siswa menilai karyanya sendiri. Guru perlu membimbing siswa tentang bagaimana cara menilai, yaitu dengan memberi keterangan tentang kelebihan atau kekurangan karya itu dan bagaimana memperbaikinya.
6. Setelah suatu karya dinilai dan ternyata belum memuaskan, siswa diberi kesempatan untuk memperbaiki dengan perjanjian berapa lama akan diperbaiki.

PRINSIP-PRINSIP PENILAIAN BERBASIS KELAS

Oleh : Susento dan M. Andy Rudhito
Pendidikan Matematika
FKIP Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Prinsip-prinsip apa saja yang harus dipenuhi oleh penilaian berbasis kelas?

Prinsip-prinsip umum penilaian berbasis kelas adalah :
1. Valid: Penilaian harus memberi informasi akurat tentang hasil belajar siswa. Misalnya pembelajaran menggunakan pendekatan eksperimen, maka kegiatan melakukan eksperimen harus menjadi salah satu objek yang dinilai.
2. Mendidik: Penilaian harus memberi sumbangan positif terhadap pencapaian belajar siswa. Hasil penilaian harus dinyatakan dan dapat dirasakan sebagai penghargaan bagi siswa yang berhasil atau sebagai pemicu semangat belajar bagi yang kurang berhasil.
3. Berorientasi pada kompetensi: Penilaian harus menilai pencapaian kompetensi yang dimaksud dalam kurikulum.
4. Adil: Penilaian harus adil terhadap semua siswa dengan tidak membedakan latar belakang sosial-ekonomi, budaya, bahasa, dan jender.
5. Terbuka: Kriteria penilaian dan dasar pengambilan keputusan harus jelas dan terbuka bagi semua pihak.
6. Berkesinambungan: Penilaian dilakukan secara berencana, bertahap, dan terus menerus untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan belajar siswa sebagai hasil belajarnya.
7. Menyeluruh: Penilaian hasil belajar siswa meliputi pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik), sikap dan nilai (afektif) yang direfeleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Penilaian dilakukan dengan berbagai teknik dan prosedur termasuk mengumpulkan berbagai bukti hasil belajar siswa.
8. Bermakna: Penilaian hendaknya mudah dipahami, mempunyai arti, berguna, dan bisa ditindaklanjuti oleh semua pihak.

PENILAIAN BERBASIS KELAS

Oleh : Susento dan M. Andy Rudhito
Pendidikan Matematika
FKIP Universitas Sanata Dharma Yogyakarta


Apa yang dimaksud penilaian berbasis kelas?
Penilaian berbasis kelas (PBK) merupakan salah satu komponen dalam kurikulum berbasis kompetensi. PBK adalah kegiatan penilaian yang dilaksanakan secara terpadu dalam kegiatan belajar mengajar yang dilakukan dengan mengumpulkan hasil karya 2-dimensi (portofolio), hasil karya 3-dimensi (produk), unjuk-kerja (performance), dan tes tertulis. Fokus penilaian diarahkan pada penguasaan kompetensi dan hasil belajar siswa sesuai dengan level pencapaian prestasi siswa.

Apa kegunaan penilaian berbasis kelas?
Hasil PBK dapat dimanfaatkan untuk:
1. Menjadi umpan-balik bagi siswa dalam mengetahui kemampuan dan kekurangannya sehingga menimbulkan motivasi untuk memberbaiki hasil belajarnya.
2. Memantau kemajuan dan mendiagnosis kemampuan belajar siswa untuk kepentingan program pengayaan dan remedial.
3. Bahan masukan bagi guru untuk memperbaiki program pembelajarannya di kelas.
4. Memungkinkan siswa mencapai kompetensi yang telah ditentukan walaupun dengan kecepatan belajar yang berbeda-beda.
5. Memberikan informasi yang lebih komunikatif kepada masyarakat berkenaan dengan efektivitas pendidikan sehingga meningkatkan partisipasinya.

Apa ciri-ciri penilaian berbasis kelas?
Sebagai penilaian kemajuan belajar siswa pada kurikulum berbasis kompetensi, penilaian berbasis kelas mempunyai ciri-ciri sbb.:
1. Penilaian bukan untuk mengklasifikasi siswa (diskriminasi), tetapi untuk melayani individu siswa dalam mengembangkan kemampuannya (diferensiasi).
2. Menggunakan penilaian acuan kriteria (criterion-referenced assessment), bukan penilaian acuan norma (norm-referenced assessment).
3. Acuan utama penilaian adalah kompetensi dasar yang dirumuskan dalam kurikulum.
4. Menerapkan berbagai cara penilaian, meliputi portofolio, produk, unjuk-kerja, dan tes tertulis. Hal ini untuk menjamin validitas penilaian, objektivitas penilaian, dan keberagaman kompetensi yang dinilai.
5. Hasil penilaian kemajuan belajar siswa disajikan dalam profil kompetensi siswa, berisi informasi yang lengkap dan mudah dipahami oleh siswa, orangtua, guru lain, maupun pengguna lulusan.