PRINSIP-PRINSIP KURIKULUM 2004

Oleh : Susento dan M. Andy Rudhito
Pendidikan Matematika
FKIP Universitas Sanata Dharma Yogyakarta


Kurikulum 2004 adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai kompetensi yang dibakukan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional dan yang cara pencapaiannya disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan daerah atau sekolah. Yang dimaksud kompetensi adalah perpaduan antara pengetahuan, ketrampilan, sikap, dan nilai-nilai yang terwujud dalam kebiasaan berpikir dan bertindak.

Prinsip-prinsip (aturan dasar) yang dianut oleh Kurikulum 2004 meliputi:
1. Keimanan, nilai dan budi pekerti luhur:
Keyakinan dan nilai-nilai yang dianut masyarakat berpengaruh pada sikap dan arti kehidupan siswa. Keimanan, nilai dan budi pekerti luhur perlu digali, dipahami, dan diamalkan oleh siswa.
2. Penguatan integritas nasional:
Penguatan integritas (kesatuan) nasional dicapai melalui pendidikan yang memberikan pemahaman tentang masyarakat Indonesia yang majemuk dan kemajuan peradaban bangsa Indonesia dalam tatanan peradaban dunia yang multikultur dan multibahasa.
3. Keseimbangan etika (tata susila), logika (nalar), estetika (keindahan), dan kinestetika (gerak badan):
Keseimbangan pengalaman belajar siswa yang meliputi etika, logika, estetika, dan kinestetika dangat dipertimbangkan dalam penyusunan kurikulum dan hasil belajar.
4. Adaptasi (penyesuaian diri) terhadap abad pengetahuan dan teknologi informasi:
Kemampuan berpikir dan belajar dengan mengakses (menangkap), memilih, dan menilai pengetahuan untuk mengatasi situasi yang cepat berubah dan penuh ketidakpastian merupakan kompetensi penting dalam menghadapi abad ilmu pengetahuan dan teknologi informasi.
5. Pengembangan kecakapan hidup (life skill):
Kurikulum perlu memasukkan unsur kecakapan hidup agar siswa memiliki ketrampilan, sikap, dan perilaku adaptif (mampu menyesuaikan diri), kooperatif (sedia kerja sama), dan kompetitif (siap bersaing) dalam menghadapi tantangan dan tuntutan kehidupan sehari-hari secara efektif (mencapai hasil).
6. Kesamaan memperoleh kesempatan:
Penyediaan tempat yang memberdayakan semua siswa untuk memperoleh pengetahuan, ketrampilan, dan sikap sangat diutamakan. Seluruh siswa dari berbagai kelompok, seperti kelompok yang kurang beruntung, yang berbakat, dan yang unggul, berhak menerima pendidikan yang tepat sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya.
7. Belajar sepanjang hayat:
Pendidikan berlanjut sepanjang hidup untuk mengembangkan, manambah kesadaran, dan selalu belajar memahami dunia yang selalu berubah dalam berbagai bidang.
8 Berpusat pada siswa dengan penilaian yang berkelanjutan dan komprehensif (mencakup banyak hal):
Upaya memandirikan siswa untuk belajar, bekerja sama, dan menilai diri sendiri sangat perlu diuatamakan, agar siswa mampu membangun pemahaman dan pengetahuannya. Penilaian berkelanjutan dan komprehensif menjadi sangat penting dalam rangka mencapai upaya tersebut.
9. Pendekatan menyeluruh dan kemitraan (partnership):
Semua pengalaman belajar dirancang secara berkesinambungan mulai dari TK s.d. Kelas XII. Pendekatan yang digunakan dalam mengorganisasikan pengalaman belajar berfokus pada kebutuhan siswa yang bervariasi dan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu. Pengalaman belajar hendaknya melibatkan kemitraan antara guru dan siswa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar