MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN AKTIFITAS SISWA PADA POKOK BAHASAN PENGERJAAN HITUNG CAMPURAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN MEDIA ....

ABSTRAK.
Siti Nurjanah. 2007. Pendidikan Matematika. UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG. MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN AKTIFITAS SISWA PADA POKOK BAHASAN PENGERJAAN HITUNG CAMPURAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN MEDIA PERMAINAN MENCARI HARTA KARUNDI KELAS III SEMESTER 1SD NEGERI PERUMNAS KRAPYAK 01

Keberhasilan suatu proses belajar mengajar dapat diketahui dari tingkat penguasaan siswa terhadap materi yang diajarkan. Apabila sebagian besar dari siswa telah menguasai materi maka dapat diketahui bahwa proses belajar mengajar telah berhasil. Berkaitan dengan tujuan dari proses belajar mengajar itu sendiri, peneliti melihat kenyataan, banyak siswa sekolah dasar yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran matematika, khususnya pada pokok bahasan pengerjaan hitung campuran di kelas III, karena kurangnya guru SD mengajar dengan menggunakan media pengajaran dan pemilihan model pembelajaran yang sesuai. Padahal betapa pentingnya pemilihan model pembelajaran dan penggunaan media pengajaran tersebut dalam pembelajaran matematika di SD.
Salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan memberi contoh penerapan model pembelajaran matamatika dengan menggunakan media yang dapat digunakan untuk mengajarkan konsep-konsep matematika SD. Untuk mengatasi masalah tersebut maka peneliti tindakan kelas ini peneliti mengambil judul “Meningkatkan Hasil Belajar dan Aktifitas Siswa Pada Pokok Bahasan Pengerjaan Hitung Campuran Melalui Model Pembelajaran Kooperatif dengan Media Permainan Mencari Harta Karun Di Kelas III Semester 1 SD Negeri Perumnas Krapyak 01”.
Adapun tujuan penelitian tindakan kelas ini secara umum adalah menciptakan pembelajaran matematika yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Tujuan ini lebih dikhususkan untuk meningkatkan aktifitas dan minat dalam proses belajar dan pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I dilaksanakan dua pertemuan, Siklus II satu pertemuan. Setiap siklus terdapat empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi tindakan. Tindakan penelitian dalam setiap siklus dilakukan dengan cara memberikan materi pelajaran pananaman konsep hitung campuran dengan menggunakan media permainan mencari harta karun. Dalam akhir pembelajaran siswa diberi tugas rumah sehingga memiliki kesiapan belajar untuk esok harinya. Selanjutnya pada akhir siklus, siswa diberi tes untuk melihat kemampuan belajarnya.
Simpulan yang diperoleh setelah dilaksanakan penelitian ini adalah sebagai berikut.(1) Aktifitas dan minat belajar siswa, tampak semakin meningkat. Hal ini terlihat pada saat pelaksanaan siklus I pertemuan I, hasil pengamatan menunjukkan ≥ 65%. Hal ini belum memuaskan, sehingga perlu diulang pada pertemuan 2 menjadi ≥ 71,8% dan siklus II menjadi 79,3%. (2) Hasil prestasi siswa telah mencapai rata-rata kelas ≥ 7,05, yang mendapat nilai ≥ 6 adalah 85,7% dari jumlah siswa. Hal ini menunjukkan bahwa penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh peneliti telah berhasil, dan tidak perlu tindakan siklus III.
Adapun saran yang dapat dikemukakan sebagai berikut. (1) Perlunya media dan pemilihan model pembelajaran yang sesuai dalam setiap pembelajaran matematika di SD dalam penanaman konsep, meningkatkan pemahaman materi dan hasil belajar. (2) Harus berani mengkaji dan menilai terhadap tindakantindakan dan permasalahan-permasalahan yang baru demi perbaikan serta peningkatan prestasi belajar para siswa. (3) Tidak selalu menumpukan kesalahan pada para siswa, lingkungan, dan sarana prasarana yang ada. (4) Dalam pembelajaran matematika guru harus menghilangkan kesan angker dengan pemilihan model pembelajaran yang menyenangkan dan mengasyikkan.

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN SIKAP KONSTRUKTIF TERHADAP PEMBELAJARAN WAKTU, JARAK, DAN KECEPATAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD

Ida Fitriana Ulfah. 2005. Pendidikan Matematika. UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG. MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN SIKAP KONSTRUKTIF TERHADAP PEMBELAJARAN WAKTU, JARAK, DAN KECEPATAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD (Student Team Achievement Division) PADA SISWA SMPN 2 DEMAK TAHUN 2004/2005

Selama ini guru hanya menggunakan model pembelajaran konvensional, sehingga dalam proses pembelajaran siswa kurang dilibatkan. Salah satu model pembelajaran yang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran adalah model pembelajaran kooperatif STAD.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh manakah peningkatan hasil belajar dan sikap konstruktif siswa terhadap pembelajaran waktu, jarak dan kecepatan.
Variabel yang diselidiki adalah hasil belajar dan sikap konstruktif siswa terhadap pembelajaran waktu, jarak dan kecepatan. Untuk mengukur keberhasilan hasil belajar digunakan lembar tes, sedangkan untuk mengukur keberhasilan sikap konstruktif digunakan angket sikap konstruktif siswa terhadap pelajaran matematika dan lembar komunikasi dan kerjasama siswa.
Tolok ukur keberhasilan penelitian ini dilihat dari adanya peningkatan hasil belajar dan sikap konstruktif terhadap pelajaran matematika. Model pembelajaran STAD dilaksanakan dengan tahapan: (1) guru menyampaikan apersepsi pembelajaran. (2) Guru menyampaikan materi. (3) Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok. (4) guru membagikan lembar Diskusi Siswa(LDS). (5) Siswa diberi kesempatan untuk bekerjasama dalam kelompok. (6) Guru membimbing secara proporsional kepada kelompok atau individu yang mengalami kesulitan. (7) Salah satu siswa sebagai wakil kelompoknya maju untuk mempresentasikan hasil kelompoknya. (8) Guru memandu jalannya diskusi. (9) Guru memberi kesempatan kepada siswa lain untuk bertanya dan memberitanggapan atas pertanyaan yang diajukan. (10) Siswa dengan bimbingan guru mengambil simpulan materi . (11) Siswa diberi evaluasi individu.
Dari hasil penelitian diperoleh informasi sebagai berikut. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I adalah 60,9 (51,1 %) dengan nilai minimal 25 dan maksimal 100 dengan simpangan baku sebesar 22,2. Pada siklus II adalah 70,3 (70,2 %) dengan nilai minimal 35 dan maksimal 100 dengan simpangan baku sebesar 18,5. Pada siklus III adalah 85,8 (87,2 %) dengan nilai minimal 48 dan maksimal 100 dengan simpangan baku sebesar 15,9. Skor angket sikap konstruktif
pada siklus I adalah 55,2 dan siklus III 60,43 (skor 0 – 80).
Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif STAD(Student Team Achievement Division) menjadikan hasil belajardan sikap konstruktif siswa terhadap pelajaran matematika meningkat.

Teori Soal Jawab IMO , Olimpiade Matematika

Tersedia 3 ebook di atas, yaitu:
1. 103 Trigonometry Problems , From the Training of the USA IMO Team .
Lihat daftar isi :

2. 104 Number Theory Problems , From the Training of the USA IMO Team.
Lihat daftar isi :

3. 102 Combinatorial Problems , From the Training of the USA IMO Team.
Lihat daftar isi :

Bagi yang berminat silakan email: arudhito@yahoo.co.id

BUKU DEVELOPING THINKING IN MATH

Berikut ada 3 buku. Silakan klik gambar untuk melihat cover, daftar isi dan hal depan pendahuluan.

1. Developing Thinking in Algebra :

2. Developing Thinking in Geometry :

3. Developing Thinking in Statistics :

Bagi yang berminat silakan email: arudhito@yahoo.co.id

PENYELESAIAN Kumpulan Soal Latihan Olimpiade Matematika SMA (seri 2)

Lihat Soal

Penyelesaian : klik aja di bawah

PENYELESAIAN Kumpulan Soal Latihan Olimpiade Matematika SMA (seri 1)

Lihat Soal

Penyelesaian: (klik di bawah)

PENYELESAIAN Kumpulan Soal Latihan Olimpiade Matematika SD - SMP (seri 2)

Lihat Soal

Penyelsaian (klik aja)

PENYELESAIAN Kumpulan Soal Latihan Olimpiade Matematika SD - SMP (seri 1)

Lihat Soal

Penyelesaian: (silakan klik)