Laporan Penelitian: Pengembangan Kurikulum dan Buku Ajar Matematika SMA yang Mengintegrasikan Pendekatan Konstruktivistik, Kontekstual dan Kolaboratif


Oleh:
M. Andy Rudhito, S.Pd., M.Si (Ketua)
Dr. Susento, M.Si. (Anggota)


Penelitian Hibah bersaing 2007, dibiayai oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional, sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Hibah Penelitian Nomor : 141/SP2H/PP/DP2M/III/2007, tanggal 29 Maret 2007.

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kurikulum dan buku ajar matematika SMA yang mengintegrasikan pendekatan konstruktivistik, kontekstual dan kolaboratif melalui model pembelajaran ’Matematisasi Berjenjang’. Tujuan khusus penelitian ini untuk tahun I (2007) adalah (i) mengidentifikasi masalah dan kebutuhan guru dalam mengimplementasikan Kurikulum 2006 khususnya yang terkait dengan pendekatan konstruktivistik, kontekstual dan kooperatif. (2) menghasilkan draft buku pedoman pengembangan kurikulum dan rancangan pengembangan buku ajar (buku siswa dan buku guru) sebagai solusi masalah dan kebutuhan tersebut, yang mengintegrasikan pendekatan konstruktivistik, kontekstual dan kooperatif melalui model pembelajaran ’Matematisasi Berjenjang’.

Penelitian ini secara umum tergolong dalam penelitian pengembangan. Untuk tahun I penelitian berupa penelitian perancangan yang terdiri dari dua tahap. Tahap I berupa proses identifikasi masalah dan kebutuhan. Data bersifat kualitatif, yaitu berupa hasil deskripsi Silabus dan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), deskripsi kegiatan pembelajaran di kelas, jawaban kesioner dan hasil diskusi kelompok fokus. Data berturut-turut dikumpulkan melalui pengumpulan contoh silabus dan RPP, perekaman video pembelajaran di kelas, pengisian kuesioner dan pelaksanaan kegiatan diskusi kelompok fokus. Tahap II berupa proses perancangan berdasarkan hasil identifikasi tersebut. Perancangan meliputi penyusunan draft buku pedoman pengembangan kurikulum kemudian dilanjutkan penyusunan rancangan buku siswa dan buku guru.

Masalah-masalah yang ditemukan sehubungan dengan pelaksanaan prinsip-prinsip dalam kurikulum 2006 adalah: (i)Tindakan dan sikap guru masih cenderung menjelaskan langkah-langkah cara menyelesaikan soal dan meyakini bahwa kompetensi matematik dapat dicapai efektif dengan mengembangan pemahaman instrumental. (ii) Siswa masih kurang dapat melihat hubungan antar konsep ketika menyelesaikan persoalan. (iii) Metode pembelajaran yang dilakukan guru cenderung memulai pembelajaran dari penjelasan bentuk umum dilanjutkan dengan menjelaskan contoh soal formal dengan langkah-langkah pengerjaannya dan siswa menirukan. (iv) Guru masih cenderung menjadi sumber utama dan belum memanfaatkan media yang bervariasi untuk memfasilitasi proses konstruksi pengetahuan siswa. (v) Penilaian yang dilakukan guru masih kurang bervariasi dan cenderung berupa pengerjaan soal matematis formal secara tertulis

Kebutuhan yang dipandang perlu dilakukan sebagai solusi dari masalah-masalah di atas adalah (i) Guru perlu memberi kesempatan siswa untuk bereksplorasi dalam pemecahan masalah dengan caranya sendiri dan bernegosiasi. (ii) Guru perlu mengembangkan pemahaman relasional siswa dalam mencapai kompetensi matematik. (iii) Guru perlu mengawali pembelajaran dengan kegiatan pemecahan masalah kontekstual dan secara bertahap masuk ke tingkat matematik formal. (iv) Perlu ditawarkan alternatif sumber belajar yang cocok dan sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran yang konstruktivistik, kontekstual dan kolaboratif. (v) Perlu diupayakan penilaian dengan cara yang bervariasi, seperti tes tulis, penugasan proyek , produk dan portofolio.

Draft Buku Pedoman Pengembangan Kurikulum disusun sebagai penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi program pembelajaran yang meliputi materi pokok pembelajaran, urutan pembelajaran, dan strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran matematika diwujudkan dalam bentuk model pembelajaran ’Matematisasi Berjenjang’.
Buku siswa dirancang dengan maksud sebagai buku pegangan siswa untuk sumber belajar mereka agar mereka dapat memperoleh bahan dan sekaligus arahan dan motivasi yang membuat mereka dapat mengalami proses matematisasi secara terbimbing oleh guru. Struktur pembahasan buku dikemas dengan mengikuti model pembelajaran Matematisasi Berjenjang. Buku guru dirancang sebagai suplemen bagi buku siswa yang dimaksudkan sebagai buku pegangan guru berisi petunjuk dalam memfasilitasi proses pembelajaran matematika. Buku guru ini dirancang agar mereka dapat membimbing siswa agar mengalami proses matematisasi. Struktur pembahasan buku dikemas dengan mengikuti model pembelajaran Matematisasi Berjenjang

DOWNLOAD:

1. Laporan (depan)
2. Laporan Bab I-IV
3. Laporan Bab V-VI
4. Lampiran: Draft Buku Pengembangan Kurikulum
5. Lampiran: Rancangan Buku Siswa
6. Rancangan Buku Guru

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar